Benarkah Pranayama itu Berbahaya?

Lucas Rockwood
29 Januari 2010

Ada banyak mitos konyol tentang yoga yang beredar luas dan yang paling menggelikan itu begini:
“Latihan pernapasan (pranayama) itu untuk mereka yang mempelajari yoga tingkat mahir saja dan tidak boleh dilakukan tanpa pengawasan guru, kalau tidak bisa sangat berbahaya.”

Ya ampun, saat pertama saya mendengarnya, saya benar-benar ketakutan. Jadi, saya bertanya lebih lanjut:

“Apa sih SEBENARNYA yang terjadi?” Dan… disitulah mulai terdengar SANGAT konyol.

Guru kami menceritakan tentang “temannya teman” yang melakukan pranayama tanpa mengindahkan sarannya yang berakhir di bangku psikiater.

Murid yoga lain yang sudah kawakan menceritakan tentang “orang yang dia kenal” yang menderita kerusakan otak akibat praktik pernfasan.

Dan saya? Yah, waktu itu saya percaya saja. Untuk apa orang mengarang cerita semacam itu, coba?

Sampai detik ini saya tetap tidak tahu mengapa masih ada mitos dan kekhawatiran seputar pernapasan – tetapi nyatanya memang ada.

Kecuali jika Anda menahan napas selama lima menit di dekat tempat pembuangan limbah beracun, saya rasa Anda tidak perlu menghiraukannya.

Berikut ini sebabnya:

Saya mengenal ratusan guru dan ribuan murid, dan tidak terlalu lama bagi saya untuk mengetahui bahwa cerita seram itu sungguh-sungguh isapan jempol belaka.

Penyelam skuba yang bisa mengalami kesulitan bernapas – bukan murid yoga.

Pecandu narkoba yang menggunakan kokain secara bebas yang bisa mengalami kerusakan otak – BUKAN orang yang melakukan pernapasan “tanpa pengawasan” di rumah.

Maksud saya, ayolah… habis ini apa? Apakah kita butuh seseorang untuk mengajari kita untuk mengunyah makanan juga?

Yoga itu sangat bermanfaat dan pernapasan bahkan lebih bermanfaat lagi, tetapi yang benar saja! Kerusakan otak? Janganlah terlalu berlebihan, deh. Kalau seseorang cukup bodoh untuk melakukan latihan pernapasan yang begitu ekstrem sehingga membahayakan jiwanya, Anda pasti menyangka bahwa kerusakan otak itu memang sudah ada dari sananya😉

Cukup tentang kisah-kisah yoga …

Saya ingin membahas tentang Syaraf Vagus. Syaraf Vagus itu terbentang dari batang otak Anda hingga ke abdomen dan berhubungan dengan detak jantung, gerakan peristaltik usus (BAB), dan berkeringat.

Inilah bagian menariknya:

Pernapasan yang dalam merangsang Syaraf Vagus yang “memicu” sistem syaraf parasympathetic untuk meredakan detak jantung Anda, meringankan stress dan memulihkan tubuh Anda.

Inilah mengapa belahan jiwa Anda menyuruh untuk “menarik napas dalam-dalam” saat Anda ketakutan (saya? tidak pernah!). Dan inilah mengapa orang yang hiperventilasi diberi kantung kertas… untuk memaksanya menarik napas dalam dan perlahan itu. Syaraf Vagusnya terangsang, tubuh pun beralih ke mode “istirahat dan mencerna”, dan hidup menjadi tentram kembali.

Ada ratusan latihan pranayama tersedia, dan latihannya meyenangkan dan menantang untuk dipelajari, tetapi sebagian besar orang benar-benar kesulitan dengan pola dan hitungannya.

Jadi, jika Anda sudah melatih pernapasan itu bagus. Kalau belum, Anda tetap bisa mendapatkan manfaat yang sama hanya dengan menarik napas dalam-dalam di rumah…. tanpa pengawasan siapapun.

Banyak-banyaklah berlatih. Bernapaslah!

Jagalah kelenturan,

Lucas
YOGABODY Naturals LLC
www.YogaBodyNaturals.com

n.b. Dalam beratih pernapasan, percayalah pada tubuh Anda, santai saja, dan gunakan akal sehat (jangan sampai membuat diri Anda sesak napas di dalam ruangan sempit yang penuh dengan tiner cat, misalnya).
Sampai jumpa…..

Terjemahan dari ” Is Pranayama Dangerous?” oleh Lucas Rockwood

Tentang Dina Begum

Penerjemah bersertifikat Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI). Bagi Dina, menerjemahkan itu impian, kebanggaan dan hobi. Membaca adalah bagian dari hidupnya.
Pos ini dipublikasikan di Tulisan. Tandai permalink.

5 Balasan ke Benarkah Pranayama itu Berbahaya?

  1. Ping balik: Benarkah Pranayama itu Berbahaya? « Dina's Pensieve

  2. Miss Fenny berkata:

    Kalau berlatih yoga, ada hitungan pernafasan juga ya mbak?

    • Dina Begum berkata:

      Biasanya, kalau melakukan pose tertentu, patokannya ‘lima tarikan napas’ dst. Dan kita diharapkan untuk menyesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
      Pernapasan penting banget. Mau pose apa aja kita ga boleh nahan bernapas. Ada bermacam2 teknik pernapasan. Yang kurasakan sih sejauh ini latihan pernapasan yoga membantuku berkonsentrasi, khususnya saat galau atau marah😉

  3. noe berkata:

    Repot ya kalo sampe tarik nafas dalam-dalam di rumah butuh ada yang ngawasi.😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s